Syarat Ketentuan Perbincangan Lisan-Tulisan Antar Lelaki Wanita Agar Aman dari Fitnah Syahwat

Diketahui dari perbincangan wanita dengan lelaki ajnabi (bukan mahram) seharusnya dipakai adab yang sempurna sesuai dengan kebutuhan, agar tidak memunculkan dalam hati lelaki pendengar satu ketertarikan yang bisa berkembang pada hati lelaki yang mempunyai penyakit.

Oleh karena itu, setiap pembicaraan/perbincangan secara lisan atau tulisan yang mengandung ketundukan, kelembutan, irama, nada, obrolan yang tak karuan, canda, keramahan, gurauan, dan lainnya yang akan menimbulkan syahwat dan menggerakkan tabiat, maka itu terlarang untuk menutup jalan kepada yang haram. Metode dalam pergaulan ini keluar dari pembicaran yang beradab dan ucapan yang baik, bahkan suara yang lembut dan logat yang rendah akan memungkinkan –tanda diragukan- tabiat-tabiat dan syahwat untuk naik dan muncul baik jaraknya dekat atau jauh. Allah berfirman:

﴿يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوفًا﴾ [

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 32)

Nasehat oleh Syaikh Abu Abdil Mu’izz Muhammad ‘Ali Ferkous dari http://salafys.wordpress.com/2011/11/24/hukum-lelaki-bergaul-bermuamalah-dengan-wanita-melalui-internet/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × one =