Syaikh Al-Fauzan Tentang Syaikh Rabi’ dan Kitab Sayyid Qutb

Pertanyaan: Telah muncul di medan dakwah satu kitab yang berjudul Adhwa al-Islamiyyah ‘ala ‘Aqidah Sayyid Quthb Wa Fikrih, yang ditulis seorang yang bernama Rabi’ al-Madkhali, apa pendapat engkau tentang kitab ini, dan apakah penulisnya adalah termasuk ulama yang dikenal?
Jawaban:
Tidak diragukan penulis adalah termasuk kalangan ulama, beliau lulusan al-Jami’ah al-Islamiyyah, murid para masyayikh dan telah dikenal. Segala puji bagi Allah.

Apa yang beliau sebutkan “bahwa ini salah”, maka engkau cocokkan pada kitab Zhilal al-Qur’an sesuai dengan halamannya. Jika engkau mendapati beliau salah, maka engkau jelaskan kesalahannya. Jika tidak maka wajib menerima kebenaran. Yang wajib menerima kebenaran. Beliau telah menyebutkan kesalahan-kesalahan yang ada dalam Zhilalul Qur’an lengkap dengan menyebutkan halamannya. Beliau telah membatasinya untukmu. Maka engkau rujuklah ke sana dan mencocokkan ucapannya atas kitab itu. Jika beliau salah engkau mengingatkan penulis atas hal itu, semoga Allah membalas kebaikanmu. Jika engkau mendapati kebenaran, maka wajib engkau menerima kebenaran.

Beliau juga pernah ditanya dengan pertanyaan berikut ini: Telah muncul pada masa ini kitab yang berjudul Adhwa’ Islamiyyah ‘ala ‘Aqidah Sayyid Quthb Wa Fikrih. Dan si penulis telah meringkas kepada pendapat bahwa Sayyid Quthb telah terjatuh pada kesalahan yang besar dalam masalah aqidah. Wahai yang mulia syaikh, kami berharap memberitahu kami pendapat anda tentang kitab tersebut!

Jawaban:
Amalannya baik dan penulisnya telah berbuat baik, karena beliau tidak mendatangkan dari dirinya sendiri. Beliau juga tidak menisbatkan perkataan dusta kepada Sayyid Quthb, beliau hanya menyebutkan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada kitab-kitabnya dan memberikan peringatan atasnya dengan menyebutkan halaman dan teks ucapan Sayyid Quthb. Selama demikian maka tidak ada kritikan atas beliau, selama beliau menyebutkan, bersandar dan mengikat dari kitab Sayyid Quthb. Beliau telah menunaikan tanggung jawabnya.

Setiap orang bisa salah, Sayyid Quthb bisa salah, selainnya juga bisa salah. Segala puji bagi Allah bahwa kebenaran itu sesuatu yang hilang dari seorang mukmin (bila dia mendapatinya dia pegang). Selama penulis tidak mengarang-ngarang, tidak berdusta atas Sayyid Quthb, tetapi dia menukil ucapan Sayyid Quthb secara teksnya dari kitabnya dan menyebutkan nomer halaman dan kitab, maka dia telah menunaikan kewajibannya. Hal ini harus dijelaskan karena kitab-kitab Sayyid Quthb banyak di tangan para pemuda dan para pemuda itu menganggap bahwa Sayyid Quthb adalah tokoh pemikiran.
(Lihat Ma Yajibu fit Ta’amul ma’a al-Ulama hal. 32-33 Karya al-Furaidan.)

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=116627

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − 1 =