Sebab Seseorang Dibiarkan Allah Dikuasai Musuhnya

Sebagian orang mengucapkan: “Wahai Rabbku, sesungguhnya aku takut kepadamu dan takut kepada orang yang tak merasa takut kepada-Mu.” Ini adalah ucapan yang tidak boleh. Hendaknya seorang hamba hanya takut kepada Allah dan tidak takut kepada seorangpun selain Allah.

Sesungguhnya orang yang tidak takut kepada Allah, dia lebih rendah dari untuk ditakuti. Dia itu orang yang zhalim, termasuk wali setan, sehingga takut kepadanya telah dilarang Allah.

Jika ada orang beralasan: “Orang zhalim itu telah menyakitiku.” Dijawab: “Sesungguhnya dia mengganggumu dengan sebab Allah telah menjadikan dia menguasaimu. Jika Allah hendak menolak kejelekannya darimu, maka Allah akan lakukan. Dan urusan itu di tangan Allah.”

Orang yang zhalim itu menguasai seorang hamba itu hanya karena sebab dosa-dosanya. Jika engkau takut kepada Allah, bertakwa, bertawakal kepadanya, Allah akan mencukupimu dari kejelekan segala kejelekan dan Dia tidak akan membiarkanmu dikuasai orang itu.

Sesungguhnya Allah berfirman:

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Dialah yang akan mencukupinya.”

Allah menjadikan musuh berkuasa itu karena sebab dosamu dan rasa takutnya kamu kepadanya. Jika engkau takut kepada Allah dan engkau bertaubat dari dosa-dosamu, meminta ampunan-Nya, Allah tidak akan menjadikan musuh menguasaimu. Sebagaimana Allah berfirman:

وَمَا كَانَ اللّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Tidaklah Allah mengadzab mereka, ketika mereka meminta ampun kepada-Nya.”

(Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu al-Fatawa 1/58)

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=125288

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three + 15 =