Rincian Mendakwahi Ahlul Bid’ah (Mubtadi’ah)

Rincian Mendakwahi Ahlul Bid’ah (Mubtadi’ah)

Oleh: Syaikh ‘Allamah Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah

Syaikh Abu ‘Utsman Ismail Ash Shabuni rahimahullah berkata: “Menjauhi ahlul bid’ah dan orang-orang sesat.” Ahlul bid’ah kita dakwahi kepada jalan Allah dan kita jelaskan kepada mereka. Kemudian mereka ini ada dua jenis:

  1. Jenis penyeru kepada kejelekan. Maka mereka ini tidak diambil hadits dari mereka. Juga tidak diambil ilmu dari mereka. Wajib tahdzir (memperingatkan) dari mereka untuk menjaga umat islam dari kejelekan mereka. karena mereka ini adalah para penyeru kepada pintu-pintu neraka jahannam. Barangsiapa mengikuti mereka, mereka akan melemparkan oreng tersebut ke dalam neraka jahannam. Wal ‘iyadzu billah.
  2. Sedangkan orang awam dari kalangan mereka, mereka ini tidak dihajr. Tetapi mereka diajak (didakwahi) ke jalan Allah tabaraka wa ta’ala dengan cara hikmah dan mau’izhah hasanah, yakni selain para penyeru ahli bid’ah tetapi orang awam mereka. Sedangkan kerusakan mereka ini hanya pada diri mereka saja. Maka jenis ini diusahakan untuk diberi hidayah (didakwahi) ke jalan Allah, kalian mengajaknya dengan hikmah dan mau’izhah hasanah.

Namun jika jenis orang awam dari ahlul bid’ah ini bila bercampur/bergaul dengan mereka membahayakan dirimu, maka menjauhlah dari mereka. Selesai nukilan dari Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah.

Kemudian di halaman lain beliau berkata:
Urusan bid’ah ini sangat berbahaya. Hendaknya kita bersungguh-sungguh menyelamatkan orang awam kaum muslimin dari cengkraman ahli bid’ah. Kebanyakan dari mereka khususnya orang bodoh dari kalangan shufiyah, kebanyakan mereka ini orang-orang yang perlu dikasihani, dia mencintai Allah dan menginginkan surga dan seterusnya, tetapi tertipu dengan para tokoh para dajjal pendusta. Kalau engkau mendakwahinya, menegakkan hujjah dan menjelaskan kepadanya, dia akan menerima dakwah. Bahkan kita dapati -demi Allah- di antara orang nashara ada yang bersegera menerima dakwah, jika engkau jelaskan jalan kebenaran.

Maka wajib atasmu untuk berdakwah ke jalan Allah dengan hikmah dan mau’izhah hasanah, baik pada orang-orang awam, dan orang-orang jahil, atau kalangan awam dari ahli bid’ah. Adapun para tokohnya dan para penentang maka jika kita terpaksa untuk mendebat mereka, kita debat mereka. Apakah Allah akan memberi hidayah kepada mereka atau tegak hujjah atas mereka, sehingga keadaan mereka akan menjadi jelas bagi kaum muslimin, sehingga mereka akan menjauh dari para tokoh itu. Selesai nukilan dari Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah.

(Sumber: Syarh ‘Aqidah As Salaf Ashhab Al Hadits hal 293-294 dan 295)

Berikutnya tentang: Siapa Yang Mendakwahi dan Mendebat Tokoh Dai Penyeru Ahli Bid’ah?

Comments are closed