Rekaman Kajian: Kedudukan Ulama & Menyambut Kedatangan Ulama di Daurah Nasional Ke-8

Download Rekaman Kajian: Kedudukan Ulama & Menyambut Kedatangan Ulama Daurah Nasional Ke-8
Bersama : Ustadz Usamah Faishal Mahri hafizhahullah (dari Malang Jawa Timur)
Pengasuh Ma’had as-Sunnah Malang
Tempat: Masjid Komplek Rumah Sakit Paru-paru BP4 Palbapang Bantul
Ahad, 6 Mei 2012 /14 Jumadits Tsani 1433 H
Jam: 10.00 – selesai (zhuhur)

Download atau Dengarkan file rekaman kajian

10,8 MB (mp3 16 kbps) dengan durasi 94 menit: di sini.

Menyusul kajian berikutnya Insya Allah.

Transkrip Ringkasan Isi Materi:

  • Syukur atas nikmat istiqamah berjalan di atas ilmu syar’i dan sibuk dengannya.
  • Ilmu termasuk qurbah dan ibadah yang sangat tinggi, lebih utama dari ibadah nawafil.
  • Jihad dengan hujjah dan bayan dengan mempelajari dan menyebarkan ilmu, memerangi dan mengalahkan syaithan musuh-musuh agama.
  • Ilmu lebih kita buruhkan dibanding dari makan dan minum.
  • Kita diajarkan untuk meminta ilmu dan kepahaman ilmu.
  • ILMU SYAR’I TAK BISA DIPISAHKAN DENGAN PARA ULAMA, para pewaris para nabi.
  • Kita dituntut untuk lebih dekat dan mengenal ulama, memuliakan mereka, mengenal hak mereka. Itu akan bawa kepada kemaslahatan.
  • Keutamaan ulama, diantaranya:
  1. Allah setarakan persaksian mereka dalam persaksian terbesar di alam ini, dan mereka Allah puji sebab Allah jadikan mereka sebagai saksi.
  2. Ulama adalah orang-orang dikehendaki kebaikan oleh Allah.
  3. Para malaikat meletakkan sayap di majlis ulama karena ridho dengan yang dilakukan penuntut ilmu, dan tafsiran ‘meletakkan sayap’.
  • Riwayat Ibnu Abbas yang menceritakan Iblis dalam menggoda ahli ibadah dan orang yang berilmu.
  • Mencintai ulama adalah agama yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
  • Sedikitnya ulama dan banyaknya orang-orang yang pandai bicara, orator.
  • Ibnu Masud mencela orang yang terlalu lebar berbicara tentang sesuatu yang tak ada dasarnya. Dan teladan Syaikh Utsamin dalam masalah itu dan kisahnya.
  • Tanda-tanda yang dimiliki ulama yang membawa ilmu yang bermanfaat (nafi’):
  1.  Tidak menganggap diri mereka pantas mendapat kedudukan martabat tertentu yang sangat tinggi, mereka sangat benci pujian. Dan kisah Abu Bakr dan Umar bin Abdul Aziz tentang hal itu. Juga kisah Syaikh Ubaid al-Jabiri.
  2. Selalu lari ketakutan dan menjauh dari yang terkait dengan dunia, kepemimpinan, mengejar syuhrah.
  3. Tak mengaku paling berilmu atau paling tinggi ilmunya sehingga tak membanggakan dirinya di hadapan orang lain.
  4. Selalu suudhan dengan dirinya dan berbaik sangka dengan ulama yang mendahului mereka, mengakui kalau yang mendahului mereka itu lebih berilmu darinya.
  • KEWAJIBAN KITA sebagai ummat atau murid-murid mereka:
    1. menghormati mereka, memuliakan mereka dan tawadhu pada mereka.
    2. Mendoakan kebaikan dan istigfar untuk mereka.
    3. Memberikan penghormatan secara khusus pada mereka, tak menunjuk jari kepadanya, atau menjawab dengan isyarat mata kepada mereka yang menunjukkan kurang adab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

20 − 13 =