Perbedaan Jelas antara ISIS Daisy dan Salafi

Bismillah. Alhamdulillah. Wash shalatu wassalam ‘ala rasulillah, wa alihi wa shahbihi waman walah. Wa ba’du:

 

Di waktu-waktu sekarang ini banyak yang menuduh salafi itu ISIS atau ISIS itu tumbuh dari salafiyah wahhabiyyah. (Di negeri kita Indonesia lebih dikenal sebagai jaringan Al Qaeda, Teroris, Jamaah Islamiyah, pent.) Mereka ini ada tiga kelompok:

  1. Kelompok pertama: Musuh Islam pembuat makar yang ingin mencampuradukkan lembaran-lembaran dan menjatuhkan salafiyah yang merupakan islam yang benar dengan tuduhan salafiyah melahirkan ISIS, padahal mereka tahu bahwa mereka sendiri dusta dalam tuduhan ini.
  2. Kelompok kedua: para penyembah kubur khususnya dan ahli bid’ah secara umum yang gagal menghadang dakwah salafiyah yang benar, kemudian mereka melakukan pengacauan dan kedustaan.
  3. Kelompok ketiga: sebagian masyarakat umum yang terpengaruh dengan kedua kelompok di atas.

Agar tidak menjadi fitnah, aku akan jelaskan perbedaan yang sangat jelas antara ISIS Daisy dengan salafiyah, agar menjadi jelas bagi orang-orang baik (yang akan memperoleh pencerahan dari penjelasan ini), dan menjadi jelas bagi orang-orang celaka (yang tak peduli dan tidak mengambil pelajaran dari penjelasan ini). Allah lah yang memberi taufiq.

 

Perbedaan Salafi dengan ISIS Daisy:

Salafi ISIS Daisy
1 Salafi tidak mengkafirkan pemerintah yang muslim, meskipun mereka jahat dan fasik, selama tidak nampak kekufuran yang jelas pada mereka.

Bukan arti dari “tidak mengkafirkan pemerintah” meyakini mereka benar dalam segala sesuatu atau meyakini segala perintah dan hukum yang berasal dari mereka adalah adil di timbangan syariat, bahkan kita katakan yang ma’ruf sebagai ma’ruf dan yang mungkar sebagai kemungkaran.

ISIS Daisy mengkafirkan pemerintah, dan meyakini pemerintah lebih jelek dari orang kafir asli.
2 Salafi memandang wajib taat kepada pemerintah selama bukan dalam perkara maksiat. Namun ketidaktaatan kepada mereka dalam perkara maksiat tidak lantas membolehkan untuk melawan pemerintah, bahkan mengharuskan untuk menasehati mereka sesuai kemampuan dengan cara yang hikmah dan penuh adab sopan santun. ISIS tidak memandang pemerintah muslim sebagai ulil amri sama sekali, bahkan tidak mau taat sama sekali kepada pemerintah, dan menganggap pemerintah sebagai thaghut yang mengharuskan untuk melawan mereka.
3 Salafi meyakini bahwa penguasa pemerintah darah mereka terjaga (tidak boleh dibunuh). ISIS Daisy memandang darah seluruh penguasa halal dibunuh.
4 Salafi tidak mengkafirkan polisi, tentara dan aparat keamanan di negeri-negeri Islam, dan meyakini mereka tidak boleh dibunuh (darah mereka terjaga). ISIS Da’isy mengkafirkan polisi, tentara dan aparat keamanan, dan meyakini boleh membunuh mereka.
5 Salafi berpandangan bahwa negeri kaum muslimin pada hari ini adalah negeri islam. ISIS Daisy berpandangan bahwa semua negeri muslim ini sebagai negeri kafir.
6 Salafiyyin berpandangan apa yang dilakukan para teroris ketika melakukan kerusuhan di negeri-negeri muslim ini adalah perbuatan membuat kerusakan di muka bumi, bukan jihad syar’i. ISIS berpandangan kerusuhan yang mereka lakukan terhadap pemerintah muslim dan masyarakat muslim sebagai jihad.
7 Salafi memandang termasuk dari ajaran nabi untuk mendoakan bagi ulil amri (penguasa, pemerintah) dengan kebaikan, keshalehan, kelurusan dan diberi taufiq untuk bisa menegakkan hukum sesuai syariat Allah. ISIS Daisy mengharuskan untuk mendoakan kejelekan bagi penguasa bukan doa kebaikan. Mereka juga memandang ulil amri adalah orang-orang kafir, maka bagaimana mungkin mendoakan orang kafir untuk diberi taufik menerapkan hukum sesuai syariat Allah.
8 Salafy tidak melakukan kudeta, revolusi atau demonstrasi, karena tujuan mereka mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, dari penghambaan kepada makhluk kepada penghambaan kepada Allah, dari kejelekan agama non Islam kepada keadilan Islam. Hal itu dengan cara memberikan nasehat kepada penguasa dan rakyat, dan dengan dakwah kepada Allah dengan cara hikmah, mau’izhah hasanah dan debat dengan yang lebih baik.

Perhatian mereka bukan untuk memperoleh banyak pengikut atau bisa meraih tampuk kursi kekuasaan.

ISIS Daisy berpandangan untuk berupaya melakukan kudeta, mengubah penguasa dengan demo dan revolusi. Dan menganggap ini kewajiban syari. Dan mereka memandang dakwah salafi kepada tauhid, kepada tuntunan sunnah Nabi dan kepada keamanan negeri ini sebagai sikap murjiah, kelemahan dan sebagai antek penguasa.
9 Salafiyun ahlussunnah beriman bahwa perang jihad itu disyariatkan sampai nanti hari kiamat, tetapi ketika terpenuhi syarat dan adanya perkara yang mengharuskannya, serta tidak ada penghalang.

Maka perkara yang mengharuskan jihad yaitu keadaan jihad difa’ (defensif, bertahan) dan jihad thalab (ofensif, menyerang) untuk menghilangkan gangguan di jalan dakwah kepada Allah di dunia.

Syarat yang harus terpenuhi, yaitu: kemampuan dan bisa mencukupi sendiri (tidak bergantung kepada pihak lain) serta selamatnya dari fitnah yang lebih besar.

Sedang penghalang untuk melakukan perang jihad: lemahnya kaum muslimin, masih tergantung dengan pihak luar, munculnya kerusakan dari peperangan itu atau hilangnya kemaslahatan.

ISIS Daisy menganggap “jihad selalu ada”, yaitu perang tidak pernah berhenti. Oleh karena itu jika mereka tidak mendapati seorang kafir harbi, mereka membunuhi orang muslim atau kafir mu’ahad.

Bahkan yang kami ingatkan bahwa mereka membunuhi kaum muslimin dan membiarkan para penyembah berhala (musyrik).

10 Salafiyah Ahlussunnah memerintahkan orang-orang untuk selalu menjaga ketaatan kepada penguasa mereka dan tidak melawan memberontak kepada mereka. Dan meyakini bahwa jamaah yang syari adalah bersatunya kaum muslimin di atas islam dibawah kekuasaan seorang penguasa negeri yang muslim, dan meyakini bahwa melawan memberontak terhadap jamaah ini merupakan kejahatan kesesatan dan kebodohan. ISIS Daisy memerintahkan orang-orang untuk selalu taat dengan pemimpin ISIS dan untuk melawan memberontak penguasa di negeri-negeri Islam, karena jamaah yang syari menurut mereka adalah jamaah mereka. Barangsiapa yang keluar dari jamaah mereka, maka halal dibunuh.
11 Salafi mengharamkan membunuh orang-orang kafir mu’ahad dan kafir musta’man, (serta kafir dzimmi, pent).

(Kafir mu’ahhad: orang kafir yang mengadakan perjanjian damai dengan muslimin.
Kafir musta’man: adalah orang kafir yang datang dari negeri kafir harbi (yang boleh diperangi), tetapi masuk ke negeri kita dengan jaminan keamanan untuk mengadakan bisnis atau bekerja. Pent)

ISIS Daisy membolehkan bahkan mewajibkan membunuh mereka.

Bersambung insya Allah…

 

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=151119

Comments are closed