Memperingatkan Bahaya Kesesatan Pemikiran Muhammad Surur Tokoh Sururiyah

Memperingatkan Bahaya Kesesatan Pemikiran Muhammad Surur Tokoh Sururiyah
Kajian Kitab al-Ajwibah al-Mufidah ‘An al-As’ilah al-Manahij al-Jadidah
Ijabat Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan   ke 28
Bersama: Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin hafizhahullah
Masjid al-Anshar Sleman
Malam Rabu, 13 Maret 2012 / 20 Rabi’uts Tsani 1433 H
Waktu ba’da maghrib sd selesai

Isi Materi:
Pertanyaan ke-28

  • Memilih kepada siapa seorang belajar/ambil ilmu, tidak bisa seorang mengatakan: dia akan bisa memilah yang baik dan yang buruk.
  • Mungkin seorang guru mengagumkan dari bahasa dan tutur kata, sedang yang diajarkannya adalah kesalahan, dia tidak bisa membantah. Tidak ada yang bisa memilah yang baik dan yang buruk kecuali bila dia ahlul ilmi.
  • Sehingga para ulama menyebutkan tokoh-tokoh yang punya dakwah, tetapi punya kesesatan atau berbagai kerancuan pemikiran dalam aqidah.
  • Contoh tokoh tersebut: Muhammad Surur Nayif Zain al-Abidin, tokoh Sururiyah
  • Muhammad Surur mempunyai sebuah buku berjudul Manhaj al-Anbiya fid Da’wah ilallah, yang seolah-olah isinya bagus dlihat dari judulnya, berbicara tentang cara dakwah para nabi dalam mendakwahkan agama Allah. (tetapi isinya malah bertentangan dengan judulnya)
  • Di Indonesia, ada slogan ‘manajemen kalbu’, tetapi malah membuat hati rusak, atau dengan slogan ‘menggalakkan sodaqoh’ tetapi sebenarnya penipuan. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri tak mau memberatkan para sahabatnya untuk membantu beliau dengan harta untuk pribadi beliau, sehingga beliau meninggal dalam keadaan menggadaikan baju besiya kepada seorang yahudi, untuk memenuhi kebutuhannya. Yang mana sebagian ulama menjelaskan kenapa ‘beliau menggadaikan kepada seorang yahudi’  bukanya kepada salah satu sahabat, karena bila digadaikan kepada sahabat beliau, dia malah akan memberi, dan beliau tak mau seperti itu. Ini disebutkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar.
  • Bedakan antara muwalah dan muamalah.
  • Buku Muhammad Surur tadi berisi kesesatan yang meyakini bahwa kitab-kitab aqidah para ulama sudah tidak sesuai dengan zaman sekarang.
  • Contoh kesesatan al-Khumaeni tokoh Syiah Rafidhah Iran tentang Allah.
  • Padahal saat ini umat butuh terhadap kitab-kitab aqidah para ulama. Namun Muhammad Surur malah menjatuhkan kitab-kitab tersebut dengan mengatakan “sudah kuno, sedang kita butuh solusi baru”. Perkara seperti ini tidak ada yang faham kecuali ulama. Seolah lisanul hal: menurut dia, sekarang butuh ulama baru, dai baru, kitab-kitab baru, butuh perombakan, mirip seperti yang dikatakan Abdurrahman bin Abdul Khaliq, tokoh Ihyaut Turats.
  • Contoh tokoh penyesat di Indonesia: para tokoh lulusan IAIN (UIN) yang mengingkari takdir, ini bisa menjatuhkan kepada kekufuran.
  • Kelompok Ikhwanul Muslimin berkomentar: “Belajar aqidah itu sehari dua hari selesai, sedang sekarang yang butuh untuk membicarakan kezhaliman penguasa” dan mengajak demo para wanita untuk keluar di jalan-jalan.
  • Contoh penyimpangan pemikiran Muhammad Surur ini dilihat dari tulisan-tulisan dia dan permusuhannya terhadap ahlussunnah.

Link Download:

MP3 8,4 MB durasi 36 menit: disini.

Menyusul kajian yang lain Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 × 5 =