Kajian Manhaj: Sebab Perpecahan Para Dai (Duat) dan Para Pemuda

Sebab Perpecahan Para Dai (Duat) dan Para Pemuda
Kajian Kitab al-Ajwibah al-Mufidah ‘An al-As’ilah al-Manahij al-Jadidah
Ijabat Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan   ke 27 lanjutan
Bersama: Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin hafizhahullah
Masjid al-Anshar Sleman
Malam Rabu, 28 Februari 2012 / 6 Rabi’uts Tsani 1433 H

Isi Materi:
Pertanyaan ke-27 Lanjutan

  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sabar dalam menghadapi orang-orang yang menyimpang, seperti Dzul Khuwaishirah
  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tak langsung membunuh orang itu karena kawatir fitnah bahwa beliau membunuh salah seorang sahabatnya, padahal beliau telah menuding langsung bahwa orang itu adalah cikal bakal khawarij
  • Para dai dan para pemuda yang tetap berhubungan dengan para ulama tak terpengaruh dengan pemikiran menyimpang dan tetap istiqamah
  • Julukan-julukan jelek yang dilemparkan oleh para pengikut manhaj yang menyimpang terhadap orang-orang yang berpegang teguh dengan sunnah dan manhaj salaf
  • Orang yang berpegang teguh dengan sunnah -salafy- disebut sebagai  para penjilat pemerintah karena tak mengikuti orang-orang menyimpang dalam membongkar aib dan mencerca pemerintah di depan khalayak dengan demo dan provokasi. Sedang mereka memberi nasehat dan masukan yang baik kepada pemerintah dengan sembunyi tidak dipamerkan, sebagaimana yang dilakukan para ulama dengan mengirim surat khusus.
  • SEBAB PERPECAHAN para pemuda dan para dai (duat) karena mereka mengkonsumsi manhaj dan pemikiran dakwah bukan dari ulama (yang lurus), tapi dari orang-orang yang teracuni syubhat atau dari orang-orang penyesat.
  • Contoh ulama yang masih menempuh manhaj salaf seperti ulama saudi dan lainnya.
  • Contoh-contoh tokoh penyesat: Muhammad Surur bin Nayif Zainil Abidin, Muhammad al-Miz’ari, Sa’ad al-Faqih, dan Usamah bin Ladin. (Di Indonesia siapa para tokoh yang terpengaruh dengan orang-orang ini?)
  • Manhaj salaf yang dipegang, tidak ada keraguan sedikitpun dengannya.
  • Tak butuhnya seseorang untuk suka berdebat untuk mencari agama yang benar.
  • Dua atsar dari al-Hasan al-Bashri dan Imam Malik rahimahumallah tentang orang-orang yang suka berdebat adalah orang yang ragu terhadap agamanya dan suka pindah-pindah agama.

Link Download:

MP3 6,6 MB durasi 57 menit: disini.

Menyusul kajian yang lain Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

16 + 18 =