Kajian Bulanan Meredam Kekejaman Penguasa 2 April 2012 Ustadz Afifuddin

Kajian Bulanan: MEREDAM KEKEJAMAN PENGUASA
Bersama: al-Ustadz Muhammad Afifuddin as-Sidawi Hafizhahullah
Daurah Setiap Awal Bulan dari Kitab al-Arba’in Fi Madzhab as-Salaf
Insya Allah pada:
Hari Senin, 2 april 2012/10 jumadil ula 1433 H
Pukul 10.15 – selesai
Tempat: Masjid Ma’had al-Anshar Wonosalam Sukoharjo Ngaglik Sleman
Penyelenggara: Ma’had al-Anshar

Transkrip Ringkasan Isi Materi:
Sesi 1

  • Masalah ini diangkat bukan karena isu terakhir berkaitan dengan BBM dan munculnya demo-demo anarkhis atau damai.
  • Tema ini terus hangat sebab dosa rakyat itu berualng kepada penguasanya, di setiap masa muncul khawarij-khawarij baru.
  • Sehingga butuh solusi, bagaimana sikap seorang ahlussunnah dalam menyikapi kasus-kasus terbaru, yang itu merupakan kaedah untuk menyikapi setiap kasus yang muncul.
  • Menasehati penguasa dan mendoakan kebaikan bagi penguasa adalah perkara yang syari berdasarkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan ijma’ salaf.
  • Ijma’ salaf adalah hujjah yang menentang ijma’ salaf akan menyimpang, demikian juga yang menentang sunnah.
  • Beberapa solusi meredam kekejaman penguasa:

1. Mendoakan kebaikan untuk mereka, agar bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik, mendapat para pembantu dan teman-teman yang shalih, dan agar bertaubat dari kezhalimannya.

    • Mendoakan kebaikan bagi penguasa adalah: 1. prinsip ahlussunnah, 2. ciri ahlussunnah yang jadi pembeda dari ahlul bid’ah, dan 3. solusi menghadaapi kekejaman penguasa.
    • Atsar para imam salaf tentang hal itu, dari Imam ash-Shabuni,Imam Ahmad, al-Bukhari, al-Fudhail bin ‘Iyadh, al-Barbahari dyl.

2. Menasehati penguasa, yang zhalim, kejam, bangis, punya kebijakan-kebijakan yang merugikan kaum muslimin. Menasehati penguasa tidak dengan cara demonstrasi, kudeta, tidak juga dilakukan di depan khalayak umum atau di media-media massa. Tetapi dengan sembunyi-sembunyi.

    • Menasehati penguasa, di samping mereka, tidak mengghibahi mereka dengan sembunyi-sembunyi adalah termasuk jihad yang paling afdhal. Yaitu menasehati berhadapan muka empat mata kalau diterima itu yang diharapkan, kalau tidak sudah disampaikan, kalau penguasa itu sampai membunuhnya maka itu resiko dari berjihad. Ini kalau penguasanya bengis. Dan contohnya dari kalangan shahabat.
    • Cara menasehati penguasa bisa dengan berbagai cara [yang diperbolehkan], telepon, surat, datang ketemu langsung, mengirim tulisan, majalah dan yang lain.
  • Dua solusi di atas, baik secara syar’i, tidak menimbulkan fitnah, gejolak di masyarakat.

3. Solusi yang lain, masing-masing individu (rakyat, penguasa, pemerintah, jajarannya, mahasiswa, media massa) untuk meningkatkan ketakwaannya kepada Allah. Tinggalkan demo, itu tidak takwa. Ini akan membawa kepada perubahan yang baik.

4. Meninggalkan sikap/tindakan menyelisihi sunnah. Sebab di antara akibat menyelisihi sunnah, Allah kuasakan penguasa yang zhalim kepada mereka. Meski ada akibat dan hukuman yang lainnya seperti pembunuhan, gempa, bencana alam dan lainnya.

  • Saat ada kezhaliman penguasa kemudian dihadapi dengan sikap yang menyelisihi sunnah, maka malah membuat masalah dan muncul masalah yang lain.

Sesi 2

  • Solusi peredam kezhaliman penguasa yang lain, yang dibawakan Imam Ibnu Abil Izzi rahimahullah:
  1. Sabar dalam menghadapi kekejaman penguasa, itu akan menghapus dosa dan melipatkan pahala.
  2. Bersungguh-sungguh dalam istighfar dan taubat. Yang mulai dari taubat rakyat, sebab muculnya kezhaliman penguasa karena dosa rakyat, muhasabah.
  3. Memperbaiki amal-amal kita, bid’ah diganti sunnah, maksiat diganti taat. Meninggalkan segala bentuk penyimpangan dalam agama, baik dosa, maksiat, kesyirikan, bid’ah dll.
  • Bagaimana bila didapai penguasa yang mementingkan diri sendiri dan tak memenuhi hak rakyat?
  • Apakah ada saatnya meredam penguasa dengan senjata, dengan fisik dan kekuatan? Ada, yaitu bila penguasa kafir dengan bukti yang sangat jelas tanpa takwil atau tendensi tertentu. Ketentuannya:
  1. Yang memfonis dia kafir adalah para ulama
  2. Kaum muslimin punya kekuatan dan kemampuan yang sepadan dengan kekuatan penguasa.
  3. Kemaslahatan yang diharapkan dengan melengserkan penguasa kafir itu lebih besar daripada bahayanya, baik secara yakin atau besar kemungkinan.
  • Bila tidak terpenuhi, hendaknya menahan diri untuk meredam fitnah yang ada, dan tetap mentaati penguasa dalam kemaslahatan umum/perkara duniawi.

Tanya Jawab

  1. Bagaimana sikap kita menghadapi kekejaman penguasa Suriah?
  2. Bagaimana hukum menjual produk herbal yang belum ada ijin dari pemerintah di seluruh penjuru nusantara, padahal ada peraturan pemerintah, dan hukum akad jual belinya?
  3. Bagaimana sikap kita terhadap penguasa kafir tapi tidak kejam/zhalim?
  4. Bagaimana bila terjadi chaos (kekacauan), apakah boleh membantu pemerintah menghadapi pemberontak?
  5. Bagaimana lafazh doa untuk penguasa?
  6. Bila menasehati pimpinan lewat sms dan tidak dia gubris?
  7. Bagaimana bila kita senang dengan tidak jadinya dinaikkan harga BBM karena sebab demo?
  8. Nasehat untuk suami yang malas cari nafkah, hanya mengharapkan bantuan dari mertuanya?

Link Download:

Sesi 1 MP3 11,5 MB (24 kbps) durasi 67 menit: disini.
Sesi 2 MP3 6,4 MB (24 kbps) durasi 36menit: disini.
Sesi Tanya Jawab MP3 3,1 MB (24 kbps) durasi 18menit: disini.

Menyusul yang lain Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

seven + 2 =