Hukum Memberitakan Kisah Akhlak (Perilaku Menyimpang) di Tempat Nasehat Umum Atau Khusus?

Hukum Menyebutkan Kisah tentang Akhlak (Perilaku Menyimpang) di Tempat Nasehat Umum Atau Khusus? Apakah disebut sebagai penyebaran berita keji (fakhisyah) kalau di tempat umum? Dan apa dampaknya?

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah

Beliau ditanya sebagaimana dalam Liqa Al Bab Al Maftuh:

S: Menyebutkan sebagian cerita yang berkaitan dengan peristiwa yang berkaitan dengan akhlak (perilaku menyimpang) sebagai nasehat dianggap sebagian orang sebagai penyebaran berita fakhisyah (keji). Apakah benar hal itu?

J: Pertama: Harus diketahui keotentikan (kebenaran) kisah ini.

S: Otentik, ya Syaikh.

J: Yang kedua: Apakah ada maslahat kalau disebutkan? Aku kawatir pendengar mengira bahwa hal ini tersebar di masyarakat.

Yang ketiga: Ketahuilah bahwa kisah yang mungkar jika terbiasa di pembicaraan dan pendengaran akan disepelekan urusannya. Maka aku tidak berpandangan demikian.

S: Kalau ada orang-orang tertentu yang dikawatirkan terjatuh pada perkara keji (fakhisyah) ini.

J: Tidak mengapa bicara secara personal antara engkau dan mereka.

S: Tidak di atas mimbar dan ketika ceramah (khutbah)?

J: Tidak. Aku mengira bahwa engkau mengatakan kepadaku: di tempat-tempat memberi nasehat.

S: Untuk orang-orang tertentu yang mungkin mereka terjatuh.

J: Ini perkara yang lain. Maka di atas mimbar atau di tempat-tempat pertemuan, aku tidak berpandangan demikian. Tidak ada padanya maslahat.

Ketahuilah bahwa kemungkaran jika terus-menerus di pendengaran, maka jiwa akan terbiasa dan menyepelekannya. Oleh karena itu jika engkau mendengar sebuah kisah tertentu dalam masalah akhlak (perilaku menyimpang) kadang engkau banyak lari darinya. Namun bila datang yang kedua akan terasa sepele pada dirimu.

 

 حكم ذكر القصص المرتبطة بالقضايا الأخلاقية في مقام وعظ عام أو خاص

السؤال

ذكر بعض القصص التي ترتبط بالقضايا الأخلاقية للعظة يعده البعض من إشاعة الفاحشة، فما صحة ذلك؟

الجواب

الشيخ: أولاً: لا بد من ثبوت هذه القصة.

السائل: ثابتة يا شيخ.

الشيخ: ثانياً: هل من المصلحة أن تقال؟ أخشى أن يظن السامع أن هذا منتشر في المجتمع.

ثالثاً: اعلم أن القصة المنكرة إذا جرت على الألسن والأسماع سوف تقلل من هيبتها، فلا أرى هذا.

السائل: ولأشخاص معينين يخشى وقوعهم في هذه الفاحشة؟

الشيخ: لا بأس. تكلم معهم بأنفسهم بينك وبينهم.

السائل: ليس على المنابر وفي الخطب؟

الشيخ: لا. أنا ظننت أنك تقول لي: في المواعظ.

السائل: لأشخاصٍ معينين يحتمل وقوعهم.

الشيخ: هذا شيء آخر، فعلى المنابر أو في المجامع لا أراها، وليس فيها مصلحة.

واعلم أن المنكر إذا استمر على الأسماع استمرأته النفوس وهان عليها، ولذلك لو سمعت قصة معينة في الأخلاق ربما تنفر منها كثيراً، إذا جاءت المرة الثانية قلَّت في نفسك.

Comments are closed