Bantahan Yang Benar Harus Berasal Dari Ahul Ilmi Ulama Dan Harus Disebarkan

Jawaban: Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

 Pertanyaan: Semoga Allah berbuat baik kepada anda. Ini Saudara Abu Ahmad, wahai Syaikh Shalih al-Fauzan, dia mengirim kepadaku satu pertanyaan yang bagus. Dan kami ingin untuk menjabarkan perkataan tentangnya. Saudara Ahmad berkata: “Aku mencintai sunnah dan aku benci terhadap bid’ah dan khurafat. Tetapi, yang mulia Syaikh, bantahan terhadap ahli bid’ah dan orang yang menyimpang dikatakan oleh sebagian orang bahwa itu bukan termasuk manhaj salaf, dan kitab-kitab bantahan tidak sepantasnya tersebar kecuali di antara para penuntut ilmu.” Kami mengharapkan bimbingan untuk kami dari Syaikh Shalih sesuai dengan pertanyaan ini?

Jawaban: Apa yang telah disebutkan penanya, bantahan-bantahan itu, harus berasal dari ulama yang kokoh dalam memberikan bantahan, dimana mereka mengetahui kesalahan, dan mengokohkan bantahan atas kesalahan itu dengan dalil dari al-Kitab dan as-Sunnah. Dan menyebarkan bantahan ini wajib, karena itu mengajari kaum muslimin. Jika dia menyebarkan bid’ahnya dan dia menyebarkan kesalahan-kesalahannya kepada orang-orang, maka harus disebarkan bantahan-bantahan yang benar untuk menghilangkan bahaya bid’ah dan kesalahan-kesalahan. Ini harus. Inilah solusi.

Jika bantahan disebunyikan maka akan tersebar kejelekan di antara manusia dan bid’ah-bid’ah menjadi laris. Maka harus disebarkan bantahan-bantahan yang benar, tidak semua bantahan!! Bantahan-bantahan yang benar berasal dari ahlul ilmi yang mengetahui bid’ah dan mengetahui kesalahan dan mengetahui bagaimana membantahnya dari al-Kitab dan as-Sunnah.

(Dari Nur ‘Ala ad-Darb 28 Shafar 1433 H)

(Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=126237)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × three =